Kecerdasan Informasi

Era digital dan internet berkembang. Arus informasi semakin deras. Tidak dapat dipungkiri, bahwa tiap hari kita butuh informasi. Bahkan hal ini pernah di ramalkan oleh futurolog Amerika Serikat, Alvin Toffler, bahwa era sekarang adalah informasi. Informasi telah menjadi basis dan  kebutuhan primer dalam berbagai aktifitas.

Lihatlah, kekuatan media informasi yang mampu menopang perkembangan bisnis secara nasional dan global, pembelajaran yang begitu cepat berubah dengan perkembangan teknologi informasi, bahkan dalam komunikasi sekecil apapun telah melibatkan alat-alat komunikasi yang ada digenggaman.

Sekarang ini ribuan bahkan jutaan informasi bisa kita peroleh dalam sekejap di media internet. Tapi ingat, tidak semua informasi tersebut baik, penting, berguna dan benar. Kita butuh kemampuan untuk menyaring informasi yang bersebaran di dunia maya saat ini.

Permasalahannya, tidak semua orang memiliki kemampuan ataupun kecerdasan untuk menyaring informasi. Mungkin ribuan atau lebih telah tersesat akibat kesalahan ‘mengkonsumsi’ informasi. Lihatlah di media sosial sekarang, banyak orang menyebarkan berita fitnah, saling hina, tidak menghormati, mungkin karena salah menerima informasi. Celakanya lagi kalau dia membagikan (share) informasi yang keliru tersebut.

Bagi kita yang banyak berkecimpung di media sosial, yang aktif ngeblog, yang sering up date status, yang senang share informasi melalui media sosial. Saatnya menolak diam. Mari kita tetap melatih kecerdasan informasi kita. Manfaatkan kecerdasan informasi anda dengan mengelola dan menyebarkan informasi yang bermutu dan berbobot. Perangi orang-orang yang menyebarkan berita bohong, fitnah dengan kampanye dan sosialisasi di media sosial agar mulai menyaring semua informasi yang akan dibaca.

Sebagai insan aktif di media sosial, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Pertama, miliki prinsip-prinsip penting dalam kehidupan, tentu melalui keyakinan yang kuat dari masing-masing kita. Sehingga kita bisa menilai informasi-informasi yang baik, benar, penting dan berguna. Kedua, kita memperbanyak informasi-informasi positif, membangun, kreatif dan inpiratif di media sosial untuk menutup mengimbangi berita-berita yang negatif  yang menyebar di media sosial. Ketiga, melakukan kampanye dan ajakan kepada publik, agar akal budi yang Tuhan berikan dimanfaatkan untuk berpikir dan menyaring berita yang diterima dari berbagai media sosial.

Semoga dengan tulisan yang singkat ini, banyak yang terinspirasi, bahkan menolak diam. Dengan demikian masyarakat kita membebaskan diri sebagai tempat sampah informasi.